Absensi sekolah selesai dalam satu kali scan

Dengan SIGAP, siswa memindai kartu QR miliknya sendiri di gerbang atau kelas, lalu orang tua langsung menerima kabar lewat WhatsApp. Guru tidak perlu lagi memanggil nama satu per satu atau merekap manual.

Sudah diuji di dua sekolah dasar. Tanpa biaya lisensi karena open source.

Semua yang dibutuhkan sekolah untuk mengelola kehadiran

Dari scan di gerbang sampai laporan untuk kepala sekolah, semuanya ada dalam satu aplikasi web.

Presensi cepat

  • Scan QR CodeCukup tunjukkan kartu ke kamera. Kehadiran langsung tercatat.
  • Kartu RFIDAlternatif tanpa kamera untuk siswa dan guru, dengan kode unik.
  • Notifikasi WhatsAppOrang tua dan guru menerima kabar begitu presensi berhasil.
  • Cetak kartu QRCetak per kelas, per guru, atau satu per satu.

Pemantauan langsung

  • Dashboard real-timeLihat siapa yang sudah dan belum datang hari ini.
  • Belum scan dan alfa dibedakanAlfa baru dicatat setelah lewat batas jam pulang.
  • Peringatan diniSiswa yang tidak hadir 3 hari berturut-turut tanpa keterangan langsung ditandai.
  • Poin keterlambatanMenit terlambat dihitung otomatis dan masuk ke profil siswa.

Izin dan hari libur

  • Pengajuan izin atau sakitSiswa mengajukan lewat halaman publik, wali kelas menyetujui, presensi terisi otomatis.
  • Cek kehadiran mandiriRiwayat kehadiran bisa dilihat tanpa login.
  • Hari libur dan hari kerjaAtur libur tunggal, rentang, atau seluruh akhir pekan. Scan di hari libur ditolak.
  • Ubah status manualPetugas dapat mengubah tanpa keterangan menjadi sakit atau izin.

Data dan laporan

  • Laporan PDFBuat laporan kehadiran per periode atau per kelas.
  • Impor CSVMasukkan data siswa, guru, kelas, dan jurusan sekaligus.
  • Backup dan restoreSimpan database beserta foto dan QR Code.
  • Audit logSetiap perubahan data tercatat: siapa, apa, dan kapan.

Mulai dipakai dalam tiga langkah

Siapkan data

Impor data siswa, guru, dan kelas dari file CSV, lalu atur jam masuk dan hari kerja.

Cetak kartu

Setiap siswa mendapat kartu QR unik. Pasang pada lanyard agar dikalungkan dan tidak mudah hilang.

Scan setiap hari

Pasang pemindai di gerbang atau kelas. Kehadiran tercatat dan orang tua langsung dikabari.

Setiap orang hanya melihat yang perlu dilihat

Hak akses dibagi per peran, sehingga data tetap rapi dan aman.

PeranYang bisa dilakukan
Super adminAkses penuh ke semua fitur dan pengaturan.
Staf petugasMengelola absensi, membuat QR Code, mencatat sakit, izin, dan alfa, serta menyusun laporan.
Kepala sekolahMelihat laporan kehadiran.
Guru dan wali kelasMengelola presensi siswa di kelasnya dan menyetujui pengajuan izin.
ScannerKhusus untuk scan QR Code di titik presensi.

Sudah dicoba di dua sekolah dasar

SIGAP dijalankan selama satu bulan, 21 September sampai 21 Oktober 2026, di SDN Munjul II dan SDN Cigasong III.

68 siswamemakai kartu QR: 52 di SDN Munjul II dan 16 di SDN Cigasong III
1–2 detikwaktu sistem membaca satu kartu, tanpa salah baca atau tertukar antar siswa
1 bulanpresensi harian berjalan di kelas dengan pendampingan guru

Yang kami pelajari di lapangan

  • Kartu dibuat lebih tahan lama. Kartu kertas mudah hilang di tangan siswa kelas rendah, jadi diganti kartu berlanyard.
  • Sakit, izin, dan alfa dicatat admin. Siswa yang tidak hadir tidak membawa kartu, sehingga statusnya diinput admin sekolah berdasarkan keterangan wali kelas atau orang tua.
  • Kelas rendah perlu pendampingan. Guru mendampingi siswa saat memindai kartu, terutama di minggu pertama.

Bukti pelaksanaan di sekolah mitra

Dokumentasi kegiatan dan rangkaian pelaksanaan SIGAP di SDN Munjul II dan SDN Cigasong III.

Dokumentasi kegiatan

Video pelaksanaan

Rangkaian kegiatan

  1. 4 September 2026Observasi dan perizinan di kedua sekolah mitra.
  2. 8–11 SeptemberSosialisasi untuk guru, staf, dan komite sekolah.
  3. 14–16 SeptemberMigrasi data dan pemasangan perangkat.
  4. 17–18 SeptemberPelatihan penggunaan SIGAP bagi pihak sekolah.
  5. 21 September–21 OktoberPresensi digital berjalan setiap hari di kelas.
Diagram alur pelaksanaan proyek SIGAP dalam tujuh tahap
Alur pelaksanaan proyek dalam tujuh tahap, dari analisis kebutuhan sampai monitoring dan evaluasi.

Terbuka dan bisa disesuaikan dengan sekolah Anda

SIGAP dibangun di atas proyek open source berlisensi GPL-3.0, sehingga kode dan cara kerjanya bisa diperiksa dan disesuaikan.

  • Mudah dipasang. Berjalan di PHP 8.2+ dan MySQL/MariaDB, juga tersedia lewat Docker.
  • Identitas sekolah sendiri. Nama sekolah, tahun ajaran, dan logo bisa diatur dari menu pengaturan.
  • Perangkat sederhana. Cukup laptop dengan webcam atau kamera HP. Bisa dijalankan di jaringan sekolah sendiri, lalu dibuka online bila perlu.
  • Pembaruan terus berjalan. Proyek dasarnya aktif dikembangkan oleh komunitas.

Ingin melihat SIGAP berjalan di sekolah Anda?

Hubungi kami lewat WhatsApp. Kami tunjukkan cara kerjanya dan jawab pertanyaan Anda.

Minta demo lewat WhatsApp